Surat Untuk yang Tercinta

Filed under: Uncategorized — gouw-v at 4:52 am on Monday, August 15, 2005

Aku bangga menjadi bagian dari hidupmu

Aku bahagia meskipun aku sedih

Tak ada yang lebih berarti darimu

Aku tak ingin apapun darimu

Walau kutahu engkau selalu memberi

Aku minta satu, dampingi aku selalu

Karena kauisi hariku dengan cinta

Cinta yang aku percaya sangat tulus penuh dengan kesabaran

Cinta yang hingga sekarang tak tergantikan

Cinta yang juga sedang aku cari

Tapi hanya cintamu yang membuatku tenang dan damai

Aku meragukan banyak cinta tapi tidak darimu

Jika aku terluka oleh cinta

Maka cintamu akan menghiburku

Maafkanku karena mengecewakanmu

Membuatmu marah dengan keegoisanku bahkan menitikkan air mata kecewa

Tapi disamping apa yang telah kulakukan

Aku mencintaimu, sangat!

Engkau yang terindah dan tercantik dalam hatiku

Hmhm… hingga wajah keriputmu skalipun tak bisa menyembunyikannya

Aku mengagumimu, menyanjungmu

Jika dunia ini ada bidadari, engkaulah dia…

Aku menyayangimu.

Sedikit tentang Aku

Filed under: Uncategorized — gouw-v at 4:36 am on Monday, August 15, 2005

Ini cerita dari masa lalu dimana ada sebuah bingkisan yang dibungkus begitu rapi dan indahnya. Bingkisan yang diisi dengan banyak harapan dan ego. Kemudian bingkisan itu diatasnamakan ‘AKU’. ‘AKU’ memberontak dengan semua harapan dan ego itu, merasa tak punya pilihan atas hidup ‘AKU’ sendiri. ‘AKU’ harus menjalani hidup dengan beban dan ketakutan. ‘AKU’pun harus mengalami yang tak seharusnya ‘AKU’ alami, terlalu cepat. Tapi ‘AKU’ adalah seorang yang begitu memuja keluarga. Walaupun tak seindah impian ‘AKU’.

Behind The Despair

Filed under: Uncategorized — gouw-v at 4:07 am on Monday, August 15, 2005

Kaudengar aku terisak

Kaulihat air mataku

Tetes demi tetes

Apa kau rasa pedihnya ?

Apa kautahu beban yang kupikul ?

Apa kaulihat sinar mata yang kini redup ?

Lihat jiwaku yang sakit!

Oleh sebuah konflik hidup

Ku terus menorehkan kata

Cerita tentang aku dan hidup

Dapat kaulihat keputusasaanku pada setiap cerita?

Aku akankah bertahan lebih lama?

Wahai karang kuinginkan sepertimu

Berdiri kokoh semata sebuah kewajiban

Menjadi sandaran bagi yang perlukanku

Menjadi sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi kalian

Ironis hidupku, bukan begitu?

Senyum manisku

Gema tawaku

Kupersembahkan,

tuk yakinkan bahwa aku baik

Skali lagi aku bertahan.