tough week

Filed under: Uncategorized — gouw-v at 1:32 am on Sunday, September 25, 2005

hmmph…phuh…catatan buat minggu ini nih. Hari ini boleh bernafas lega sedikit deh. Harus aku akui minggu ini bener minggu yang berat banget buat aku. Ntah deh kenapa aku kaya orang frustasi yang kehilangan pekerjaan dan pada saat yang sama kehilangan rumah dan boneka-boneka sapiku huhuhuhu…Cape juga sih klo setiap hari harus selalu ngalah buat orang lain dan ngertiin orang lain. Yah aku juga punya ego, egoku protes karena kutekan trus jadinya ya kaya kemaren gunung berapinya meletus. Lagi-lagi kali ini aku bener kesel, sedih, marah yang sampe sakit lagi pada saat itu juga. Sesak banget, jangan-jangan asthmaku kumat lagi. Ada yang bisa diganti ke lain hari, sayang, andai saja bisa aku pasti akan mengalah lagi. Aku uda bilang aku ga mau ngatur, kekang, ntah aku masih merasa aku bukan siapa-siapa dan kamu punya kehidupan or kegiatanmu sendiri. Sayangnya titik jenuhku ga bisa di reset lain hari aja, begitu mendesak dan aku masih mencoba meredam. Yang bener bikin aku ga kuat lagi; aku sedang membaca dan senang berpikir sebentar lagi kita bakal ngobrol nih dan aku bisa berkeluh kesah setidaknya ngurangin dikit deh. Tapi begitu aku tau kamu ga bisa, semuanya keluar begitu aja dan sesuatu menjadi tampak serius. Penasaran deh seberapa jauh sih kamu uda mengenal aku. Yah aku ga pernah mau bebani kamu dengan masalahku, seperti yang aku bilang tar kamu malah males jadinya "ini orang koq bawaannya stress mulu yah, sedih trus setiap ditanya." Makanya ada saatnya aku cerita dan ada saatnya aku simpan dan berusaha menyelesaikan sendiri. Yah positifnya kamu bisa ngeliat aku dari sisi lain ga cuma aku yang kalem, tenang, trus suka tertawa putri. Dari dulu aku heran kenapa sih aku terus yang harus bisa pahami keadaan keluarga, temen, "temen" tapi akunya koq ga kebagian jatah. Aku marah, boleh dunk. Maaph buat yang kemaren kena imbasnya. Maaph klo ngelupainnya rada lama. Kamu harusnya ngerasain sakitnya tapi ga bisa. Belajar menebak lebih baik lagi. Dan coba kurangi kata maaf lewat perbuatanmu.

Setelah aku kembali cukup normal aku masih akan belajar untuk bersabar lagi berusaha meningkatkan parameternya. Apa sih yang ngga buat orang-orang tercinta di sekelilingku, slalu ingin yang terbaik buat kalian.

My Heart Says…

Filed under: Uncategorized — gouw-v at 12:31 am on Thursday, September 22, 2005

Kuinginkan hidup ini indah
Penuh dengan warna dan warni
Lalu dapat kuterbang meraih bintang
Kuinginkan kebahagiaan dalamku
Penuh dengan kasih dan tawa
Lalu dapat kubagi pada mereka
Jika yang lain ingin menjadi matahari
Aku akan menjadi bintang kecil
Menerangi dengan sedikit sinarku dari jauh…
Walau semua hanya terlelap.
Jika semua ingin menjadi Raja
Aku akan berdiri sebagai pendamping
Mengingatkan jika melangkah di luar batas…
Walau kadang tak diacuhkan.
Saat kau sedang marah
Lampiaskan marahmu padaku…
Tak apa jika itu membuatmu menjadi baik.
Aku mungkin terluka tapi tak apa…
Aku hanya akan mengumpat dalam hati,
Tapi aku tak mendendam atau membenci.
Karena aku menyayangi kalian…Dan aku
tak apa.

Discovered…

Filed under: Uncategorized — gouw-v at 8:10 pm on Saturday, September 17, 2005

Sunday morning waken up by the telephone ring, it’s grandpa. A cup of coffee is on the table and i start sipping it. Thinking about updating my blog and this is what come out from my mind.

Maaf…Kutujukan untukmu jika aku tak jujur. Kusembunyikan ini dalam. Ntah Kamu tahu atau tidak atau mungkin kamu sudah menebak. Marahkah jika kukatakan? Akankah kamu mengerti alasanku melakukannya? Bencikah lalu padaku? Sebenarnya dalam diriku pun menentang namun trauma itu terlalu menakutkan. Aku selalu berbesar hati dan menghibur diri memberi harapan. Kualihkan dgn memikirkan alasan-alasan bodoh knp aku bersamamu….Kutahu yang tak mungkin terjadi tapi masih kujalani. Ntah apa yang salah dengan yang kumiliki atau yang kita miliki….Salahkah? Demi keinginan sepihak dan ntah berdasarkan apa, aku masih tak mengerti (atau tak mau?). Kaliankah yang picik ataukah aku? Kenyataan memang kejam dan aku tak bisa menerima dengan gamblang. Apa yang kita alami bukan sekedar kesenangan juga bukan permainan (ataukah bagimu?). Itu mungkin tak berarti bagimu karena memang tak akan ada yang tahu. Dengan cepat kamu akan mengalihkan semuanya karena bagimu itu hanya sebuah kesalahan masa lalu yang lalu kauanggap sebuah pelajaran. Kesalahan yang indah atau menjijikkankah bagimu? Bayangan ini akan berlalu saat waktu mengatakan TIDAK. Jika kamu ingin tahu sisi kemarahanku padamu…Inilah dia. Bahwa aku membiarkanmu masuk dan kamu mengambil hidupku dan kamu tak merasakan apa-apa atas itu. Aku tak menyalahkanmu menyerahkan penyelesaian pada waktu namun akupun membencimu karena itu. Kutanya pada diriku "Apa aku dimatamu?" dan ingin kulihat apa yang akan kamu lakukan untukku (atau kita?) nanti. Kesalahan terbesarku adalah membiarkannya terjadi. Aku menyesal dan itu adalah pasti. Sometimes i wish i were a psychic.